Aku ketemu biebie kurang lebih 7 tahun yang lalu. Aku baru aja putus ma cowok ku. kami kenalan di bis dalam perjalanan ku ke tempat kerja. Sebenarnya aku paling males kenalan ma cowok di kendaraan umum karena biasanya mereka iseng gak jelas gitu. Tapi kali itu gak tau kenapa aku layanin sapaan dia. Dia lumayan manis, sopan juga sih, yah pada akhirnya aku ma dia tau2 jalan bareng aja. Tanpa komitmen selama setahun. Aku gak tau dia sayang ma aku apa gak, yg jelas aku sayang banget ma dia, walau dia playboy akut, kronis malah. Pada saat aku mulai capek ma hubungan gak jelas itu aku memutuskan untuk ninggalin dia. Tapi dia gak mau and memutuskan untuk jadikan aku kekasih resminya. Setahun lagi berjalan, penyakitnya masih aja gt. Makan hati pasti, berantem cerita sehari2, tapi dia juga romantis, manis, konyol, lucu, jago bikin surprise ( dmana sekarang dia udah kehilangan kesaktiannya ), pokoknya dia tuh nyebelin tapi ngangenin.
Tapi lagi2 aku capek makan hati mulu dan lagi2 aku mau pergi. Dia gak mau, lalu berhenti jadi playboy dan bilang : " Aku udah capek main2 terus, sekarang aku mau serius ma satu cewek aja dan aku ngerasa aku udah nyaman ma kamu. Kalau bisa sampai nikah aku mau nikah sama kamu. " aku bahagia, perjuangan ku ada hasilnya. Setelah itu hubungan kami lancar2 saja....sampai....
Ibunya gak setuju ma aku ( tanpa alasan yang masuk akal ) and ngancem dia kalau masih berhubungan ma aku dia akan dipecat jadi anak. Dia takut dan mutusin aku tapi gak ninggalin aku. Lagi2 hubungan yang gak jelas. Aku terlalu mencintai dia dan gak bisa berbuat apa2. Ending dari episode pertama ini adalah:
Aku dicampakan oleh laki2 yg aku cintai dengan sepenuh jiwa ku ( yang terlalu pengecut untuk bertanggung jawab ) dan terpaksa membuang sesuatu yg begitu indah, yang Tuhan berikan kepadaku. Sampai sekarang aku menyesal bahwa aku sama pengecutnya dengan dia.
Jika saja aku punya keberanian lebih dari pada dia, saat ini akan ada sepasang tangan mungil yang akan memelukku disaat aku butuh pelukan dan akan ada suara merdu nan lucu yang memanggilku BUNDA.
Selama tiga tahun aku berjuang untuk mengumpulkan serpihan2 hatiku. Membangun lagi hidupku dari apa yang telah dia hancurkan. Saat dia pergi dari apa yang harus dia pertanggung jawabkan, saat itu Tuhan seperti mengejek ku, " Lihat, inilah laki2 yang kau serahkan semua milikmu, jiwamu, hatimu, mimpi2mu, tenagamu, waktumu, materimu."
Aku hancur dan waktu tiga tahun belum bisa benar2 menyembuhkan ku.
Tiba2 dia datang lagi dalam hidupku.....
Tapi lagi2 aku capek makan hati mulu dan lagi2 aku mau pergi. Dia gak mau, lalu berhenti jadi playboy dan bilang : " Aku udah capek main2 terus, sekarang aku mau serius ma satu cewek aja dan aku ngerasa aku udah nyaman ma kamu. Kalau bisa sampai nikah aku mau nikah sama kamu. " aku bahagia, perjuangan ku ada hasilnya. Setelah itu hubungan kami lancar2 saja....sampai....
Ibunya gak setuju ma aku ( tanpa alasan yang masuk akal ) and ngancem dia kalau masih berhubungan ma aku dia akan dipecat jadi anak. Dia takut dan mutusin aku tapi gak ninggalin aku. Lagi2 hubungan yang gak jelas. Aku terlalu mencintai dia dan gak bisa berbuat apa2. Ending dari episode pertama ini adalah:
Aku dicampakan oleh laki2 yg aku cintai dengan sepenuh jiwa ku ( yang terlalu pengecut untuk bertanggung jawab ) dan terpaksa membuang sesuatu yg begitu indah, yang Tuhan berikan kepadaku. Sampai sekarang aku menyesal bahwa aku sama pengecutnya dengan dia.
Jika saja aku punya keberanian lebih dari pada dia, saat ini akan ada sepasang tangan mungil yang akan memelukku disaat aku butuh pelukan dan akan ada suara merdu nan lucu yang memanggilku BUNDA.
Selama tiga tahun aku berjuang untuk mengumpulkan serpihan2 hatiku. Membangun lagi hidupku dari apa yang telah dia hancurkan. Saat dia pergi dari apa yang harus dia pertanggung jawabkan, saat itu Tuhan seperti mengejek ku, " Lihat, inilah laki2 yang kau serahkan semua milikmu, jiwamu, hatimu, mimpi2mu, tenagamu, waktumu, materimu."
Aku hancur dan waktu tiga tahun belum bisa benar2 menyembuhkan ku.
Tiba2 dia datang lagi dalam hidupku.....


0 komentar:
Posting Komentar