Membaca sebuah tulisan di sebuah blog teman membuat saya seperti bercermin dan memandang diri sendiri. Semua orang pasti mengalami sakit hati karena cinta. Karena cinta di dunia nyata tak seindah di dalam buku buku dongeng yang saya baca ketika kecil. Lelaki di dunia nyata bukanlah prince charming, mereka hanya lelaki, manusia biasa yang pastinya memiliki ego dan kekurangan.
Saya selalu memaksakan diri untuk bisa memaafkan semua laki2 yang meninggalkan jejak luka di hati saya. Namun itu bukanlah hal yang mudah. Membaca tulisan itu menyadarkan saya bahwa kita tidak bisa memaksakan diri untuk memaafkan setiap orang yang menyakiti kita. Maaf datang dengan sendirinya, melalui berbagai proses.
Saat ini ada sesosok laki2 yang ketika setiap kenangannya hadir dalam benak saya masih meninggalkan perih, belumkah saya memaafkannya. Sampai kapan? Ataukah saya memang tidak bisa benar2 berhenti mencintainya?
Bagaimana caranya untuk memaafkan dia hingga hati saya tidak lagi terasa perih ketika mengenangnya.


0 komentar:
Posting Komentar