Senin, 25 Oktober 2010

Dancing in The Rain


Sewaktu gue kecil ada satu hal yang sangat ingin gue lakukan saat hujan turun, yaitu main di bawah siraman air hujan. Tetapi hal itu gak pernah gue lakukan karena nenek gue pasti ngelarang. Takut gue sakit pastinya. Lalu gue bertekad jika gue tumbuh dewasa gue akan main di bawah hujan karena gak akan ada yang bisa melarang gue lagi. Tetapi lagi2 hal ini gak bisa gue lakukan, karena sebagai orang dewasa normal ( I tried to act normal hehe) yang tinggal di kota besar, main hujan2an akan terlihat seperti orang gila atau bodoh. Demi menjaga image, gue gak main hujan.
Saat ini di rumah gue ada satu anak kecil perempuan berumur empat tahun, lincah, cerewet, cantik, pipinya tembam, bibirnya mungil, matanya bulat yang selalu berceloteh dengan bawelnya. Ponakan gue, Aca. Setiap gue membuka mata di pagi hari, suaranya yang lucu terdengar dari dapur di lantai bawah sampai ke kamar gue. Entah apa yang sedang ia celotehkan. Tetapi mendengar suara itu setiap gue bangun tidur, membuat gue merasa bahwa pagi itu indah. Suaranya menggelitik perut gue, membuat gue cepat turun ke bawah untuk menggoda dia. 
Aca juga sama, dia gak boleh main di bawah hujan oleh bundanya. Apalagi main banjir2an, kecuali kemarin, hehehe. Bunda sedang kerja ke luar kota selama dua minggu. Hujan turun dengan dasyat, seketika air meluap di depan rumah gue sampai sebatas pergelangan kaki orang dewasa. Dari balik jendela Aca melihat itu semua dengan semangat tidak berhenti berkata, " Banjil...banjil...biung...eyang...liat itu banjil...." 
Pikiran gue melayang pada kenangan masa kecil gue sendiri, betapa gue ingin sekali main banjir2an. Saat hujan berhenti, air masih tergenang. Tiba2 gue berkata, " Ca, main banjir2an yuk!" Aca menoleh ke arah gue dengan tatapan tak percaya, " Apa biung?" tanyanya untuk konfirmasi. " Main banjir2an yuk, mau gak"
Tanpa berfikir kedua kalinya ia langsung berlari mengambil sendal jepitnya yang paling jelek ( dia tau kl mau main banjir pakai yg jelek aja, hehe) lalu mengambil payung ungunya karena gue katakan itu saat ia mengambil sendal. Dalam hitungan detik, Aca berdiri di depan pagar dengan payung kecilnya terkembang, menunggu gue sendiri mengambil sendal. Wajahnya berseri2, bibirnya tersenyum lebar, kaki2 kecilnya melonjak2 tak bisa diam. She looks so cute.
Begitu pagar gue buka, Aca menghambur keluar, berkecipakan di genangan air. Menghentak2an kakinya pada genangan2 air, menciptakan semburan air kmana2. Seketika rok mininya basah kuyup. Saat itu malam hari pukul 7, gue ma Aca keliling komplek main banjir2an. Dia tetap berteriak2, " Banjiiiil....biung.....banjiiiiiil" lalu tertawa2. Berlari2 kecil didalam air sebatas betis mungilnya. Meninggalkan gue di belakang yang berusaha sedikit mungkin menciptakan percikan air yg akan membasahi legging gue. Melihat keceriaan Aca, mendengar tawanya adalah momen yang gak akan bisa tergantikan oleh apapun. 
Airnya memang kotor tapi habis itu Aca gue mandiin bersih2 pakai air hangat, kotoran hilang. Bajunya basah kuyup dan juga kotor kena lumpur tetapi bisa dicuci bersih. Takut Aca sakit? habis mandi pakai minyak kayu putih yang banyak, bikinin aca susu hangat, roti bakar pakai susu kental manis dan keju. Dan Aca gak sakit tuh.
Jadi kenapa harus ngelarang Aca kecil atau hesti kecil atau si kecil lainnya main banjir2an? Gue akan ajak Aca main banjir lagi berkali2, tawa itu, kesenangan itu. Gue mau lagi mengalami momen itu. Toh banyak cara untuk mencegah ia sakit, masih ada teh panas manis, masih ada coklat panas, ada sup krim jagung panas kesukaan aca dengan sepotong roti panggang yg akan ia celupkan ke dalam supnya. Juga masih ada berbotol2 minyak kayu putih di lemari. 
So, yup, gue tante yang bandel, yang ngajak ponakannya main banjir saat bundanya gak ada. So what? we have lots of fun and memories to share. Gue gak berani ngajak Aca main hujan sih tapi kl main banjir itu cerita lain, hehehe....It wasn't dancing in the rain but we dance in the flood, hahahaha......
You should try it sometimes with your kids or niece or nephew....it's fun....trust me....it is....
and you know what? suara tawa si kecil Aca saat main banjir2an membuat gue addicted.....

0 komentar: