Minggu, 13 Desember 2009

bukti cinta?

beberapa hari yg lalu, pukul 10 malam, seorang pria dengan kondisi kaki dan telapak tangan terbungkus perban bekas kecelakaan ( yang kecelakaannya konon disebabkan pikirannya kosong dan shock saat bawa motor karena habis gue usir dari rumah beberapa mlm sebelumnya ) menempuh jarak lumayan jauh dari cipayung ke klender. Pukul 12 malam dia berdiri di depan gerbang rumah gue dalam keadaan payah, akibat menahan sakit dan kelelahan berjalan terseok2. Lalu dia bersimpuh di teras rumah gue, memeluk pinggang gue, membenamkan wajahnya diperut gue dan mulai menangis terisak , memohon kata maaf.
gue paksa berdiri gak mau, sebelum gue memaafkan dia. Ya, gue maafkan. lalu masih menangis tersedu2 dia bilang, " aku tau yg kita jalanin salah tp aku benar2 sayang kamu, aku gak bohong dan ini bukan bullshit. Aku sedih kamu gak percaya bahwa aku benar2 sayang kamu."
lalu gue percaya akan kata2nya, demi melihat usahanya, demi melihat airmatanya yg mengalir deras. Gue percaya.
Tapi hari ini, keraguan itu muncul lg. Bagaimana jika airmata itu cuma airmata buaya? Bagaimana jika dibalik perban itu tidak ada luka bekas kecelakaan bahwa itu cuma rekayasa?
bisakah gue percaya pada laki2 yg mengucapkan cinta di telinga gue berulang kali itu? laki2 yang mengucapkan hal yg sama pada istrinya dirumah.
Kenapa cinta ini membodohi gue?
Dia datang malam itu untuk membuktikan cintanya, membuktikan bahwa dia benar2 peduli ma gue. Membuktikan bahwa dia tak bersalah. Benarkah begitu?
Apakah itu bukti cinta? Jika dia mencintai gue dari bertahun2 yg lalu sampai detik ini, kenapa dulu ia pergi meninggalkan gue lalu menikahi perempuan lain dan sekarang msh lancang mengucap cinta ke gue.
BUKTI CINTA? MANA? GUE DIBODOHI! SIALAN!!!!!

0 komentar: